1. Ketahanan terhadap Panas
- Sapi Brahman memiliki kulit yang longgar dan banyak kelenjar keringat, sehingga mampu mengatur suhu tubuh lebih baik.
- Rambutnya tipis dan warnanya terang (biasanya abu-abu keputihan), yang membantu memantulkan sinar matahari.
✅ 2. Tahan terhadap Parasit dan Penyakit
- Kulitnya tebal dan berminyak, sehingga lebih tahan terhadap serangan serangga seperti kutu dan lalat.
- Daya tahan tubuhnya terhadap penyakit tropis cukup tinggi, membuatnya cocok dipelihara di daerah panas dan lembap seperti Indonesia.
✅ 3. Tahan terhadap Kekeringan dan Pakan Rendah Gizi
- Dapat bertahan hidup dengan kualitas dan kuantitas pakan yang rendah.
- Efisien dalam memanfaatkan serat kasar dari rumput atau jerami.
✅ 4. Umur Produktif Panjang
- Betina Brahman memiliki umur reproduksi yang lebih panjang dibandingkan beberapa jenis sapi lain.
- Dapat tetap produktif hingga usia tua, yang menguntungkan bagi peternak.
✅ 5. Sifat Keibuan yang Baik
- Induk betina Brahman terkenal sangat protektif terhadap anaknya.
- Kemampuan menyusui baik, mendukung pertumbuhan anak sapi dengan optimal.
✅ 6. Cocok untuk Persilangan (Crossbreeding)
- Sapi Brahman sering digunakan sebagai foundation breed untuk menghasilkan sapi persilangan seperti Brangus (Brahman × Angus) atau Braford (Brahman × Hereford).
- Keturunannya cenderung mewarisi ketahanan dan performa tinggi.
✅ 7. Potensi Bobot dan Pertumbuhan Baik
- Meskipun tidak sebesar sapi Eropa, Brahman memiliki pertumbuhan yang stabil dan bobot badan yang baik, terutama jika diberi pakan optimal.
Kesimpulan:
Sapi Brahman sangat cocok dikembangkan di wilayah tropis seperti Indonesia karena ketahanannya terhadap iklim panas, penyakit, serta kemampuannya bertahan dengan pakan sederhana. Ini menjadikannya pilihan unggul untuk peternakan di daerah tropis dan subtropis.
Kalau kamu ingin membandingkan deng